Sunday 6 December 2009

http://docs.google.com/present/view?id=dgchjth9_6dxtzh78g
http://docs.google.com/Doc?docid=0AcuFSzrUgPZTZGdjaGp0aDlfMjZncXpmNjhkYw&hl=en

Kemacetan di Jakarta

KEMACETAN DI JAKARTA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anggota :

 

1.   RIZKY RAYINDA                  12090641

2.   SANTOSO                               12090635

3.   KRISTIYAN                            12090628

4.   MUHAMMAD NASECH       12090633

5.   PUTRI HERMAWATI           12090632

6.   TRI WIDIYANTO                  12090631

7.   AHMAD FATONY                 12090639

8.   SUHARTANTO                      12090660

9.   M. JOHAN HARTANTO      12090662

10. M. DENI ARDIAN                12090710


 


KATA PENGANTAR
 

 

 

      

 

Puji syukur  kami  ucapkan kehadirat  Allah  SWT, karena dengan rahmat  dan  karunia-Nya  kami  masih diberi  kesempatan  untuk menyelesaikan tugas makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam menyelasaikan makalah ini.

 

      Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.

                                   

                                                                    

 

                                                               Jakarta, 03-Desember-2009
 

 

Penyusun

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR             
DAFTAR ISI             

BAB I : PENDAHULUAN             
A. Latar Belakang Masalah             

B. Ruang Lingkup Masalah             

C. Tujuan Penelitian Kemacetan             
BAB II : GAMBARAN UMUM KEMACETAN                         
A. Pembahasan Kemacetan             
B. Sebab-sebab Kemacetan             
C. Penyelesaian Kemacetan              

E. Hasil Wawancara Dengan Salah Satu Petugas Kepolisian             

 

BAB III : PENUTUP             
A. Kesimpulan              

B. Saran-saran              


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Akhir-akhir ini, kemacetan lalu lintas semakin parah. Kemacatan yang terjadi di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta sudah harus difikirkan solusinya. Penyebabnya dari kemacetan salah satunya adalah pertumbuhan yang tidak seimbang antara jalan dan kendaraan pribadi. Harian kompas pada tanggal 30 November 2007 mengatakan “Pertumbuhan kendaraan bermotor dituding sebagai penyebab kemacetan lalu lintas, mengingat pertunbuhan jalan tidak sampai 11% per tahun, sedangkan pertumbuhan kendaraan pribadi sebesar 11% per tahun.”. Hal ini dipengaruhi oleh daya beli serta pentingnya mobilitas.  Kemacetan lalu lintas juga terkait dengan perencanaan kota, manajemen lalu lintas, serta prilaku dan disiplin manusianya sebagai pengguna jalan. Selain itu, hal ini didukung dengan meningkatnyajumlah pupulasi yang ada pada kota Jakarta tiap tahunnya.

B. Ruang Lingkup

Pembatasan masalah makalah ini adalah kemacetan di wilayah Jakarta, yang meliputi dampak negatif, peran pemerintah maupun peran masyarakat, solusi kemacetan. 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan kami dari pembuatan makalah ini bertujuan agar temen-teman mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadi kemacetan dan bagaimana caranya agar kita bisa terhindar dari kemacetan tersebut.

BAB II

GAMBARAN UMUM KEMACETAN

A. Pembahasan Kemacetan

Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintasyang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta dan Bangkok.

Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar, antara lain:

·        Kerugian waktu,  karena kecepatan perjalanan yang rendah.

·        Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah.

·        Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi,

·        Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal.

·        Meningkatkan stress pengguna jalan.

·        Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya.

Kapasitas jalan adalah kemampuan ruas jalan untuk menampung arus atau volume lalu lintas yang ideal dalam satuan waktu tertentu, dinyatakan dalam jumlah kendaraan yang melewati potongan jalan tertentu dalam satu jam (kend/jam), atau dengan mempertimbangan berbagai jenis kendaraan yang melalui suatu jalan digunakan satuan mobil penumpang sebagai satuan kendaraan dalam perhitungan kapasitas maka kapasitas menggunakan satuan satuan mobil penumpangper jam atau (smp)/jam.

Pada saat arus rendah kecepatan lalu lintas kendaraan bebas tidak ada gangguan dari kendaraan lain, semakin banyak kendaraan yang melewati ruas jalan, kecepatan akan semakin turun sampai suatu saat tidak bisa lagi arus/volume lalu lintas bertambah, disinilah kapasitas terjadi. Setelah itu arus akan berkurang terus dalam kondisi arus yang dipaksakan sampai suatu saat kondisi macet total, arus tidak bergerak dan kepadatan tinggi.

B . Sebab-sebab Kemacetan

Kemacetan disebabkan yang terjadi di Jakarta oleh hal-hal sebagai berikut :

1.              Tidak adanya pelebaran jalan. Sedangkan jumlah kendaraan bermotor terus bertambah dari tahun ke tahun.

2.               Makin mudahnya seseorang untuk dapat membeli kendaraan, ini ditunjang pula oleh sistem perkreditan. Juga kota Jakarta sebagai tujuan migrasi membuat padat kota ini.

3.              Perilaku kendaraan umum menaikkan dan menurunkan di sembarang tempat. Sering kali juga menaikkan atau menurunkan penumpang di tengah jalan karena sopirnya malas menepi!

4.              Banyaknya angkutan umum yang sembarangan berhenti dijalan untuk menunggu penumpang juga merupakan penyebab dari kemacetan.

5.               Hujan, cukup setengah jam saja bisa membuat Jakarta macet total. Karena sistem tata kota yang kurang apik. Alasan lainnya semua memilih naik mobil sendiri dan pada akhirnya mempersempit jalan sehingga membuat kemacetan yang panjang.

6.               Kesalahan teknis seperti lampu lalu lintas yang mati. Ataupun ada kendaraan yang mogok di tepi atau tengah jalan.

7.               Persimpangan tanpa lampu lalu lintas.

8.               Rendahnya disiplin kita semua. Baik pemilik mobil, motor, sopir kendaraan umum, penumpang kendaraan umum, pengguna jalan, pedagang kaki lima. Semua turut mempunyai andil dalam kemacetan di Jakarta.

D. Penyelesaian Kemacetan

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehentip yang biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

1. Penigkatan Kapasitas

Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti:

1.    Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan,

2.    Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah,

3.    Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan.

4.    Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak sebidang/flyover,

5.    Mengembangkan inteligent transport sistem.

2. Keberpihakan Kepada Angkutan Umum

Untuk meningkatkan daya dukung jaringan jalan dengan adalah mengoptimalkan kepada angkutan yang efisien dalam penggunaan ruang jalan antara lain:

1.    Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum

2.    Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Jakarta dikenal sebagaibBusway.

3.    Pengembangan kereta api kota, yang dikenal sebagai metro di Perancis, Subway di Amerika.

4.    Subsidi langsung seperti yang diterapkan pada angkutan kota di Transjakarta, Batam ataupun Jogjakarta maupun tidak langsung melalui keringanan pajak kendaraan bermotor, bea masuk kepada angkutan umum.

3. Pembatasan Kendaraan Pribadi

Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrim sebagai berikut:

1.    Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP). ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura, London, Stokholm. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya,

2.    Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.

3.    Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu, seperti diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain pembatasan sepeda motor masuk jalan tol, pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway.

E. Hasil Wawancara Dengan Salah Satu Petugas Kepolisian

Selain mencari bahan melalui internet tentang masalah kemacetan, kami juga melakukan observasi langsung ke lapangan dan sempat mewawancarai salah satu petugas kepolisian tentang masalah kemacetan ini

Berikut adalah kutipan dari hasil wawancara kami dengan petugas kepolisian yang bernama Bapak Wahyu.

1.    Sekitar jam berapa saja kemacetan terjadi ?

Jawab : Kemacetan terjadi pada jam kerja, yaitu antara jam  6 pagi sampai jam 9 pagi dan jam 4 sore sampai jam 6 sore

2.    Biasanya kemacetan disebabkan oleh apa saja, kendaraan pribadi seperi mobil dan motor atau kendaraan umum seperti angkot dan bus ?

Jawab :  Kemacetan cenderung disebabkan oleh banyak kendaraan pribadi yang ada dijalan dan juga karena angkutan umu yang yang sembarangan berhenti dipinggir jalan.

3.    Biasanya kemacetan terjadi berapa lama ?

Jawab : Kemacetan biasanya terjadi sekitar 5 sampai 15 menit, tergantung jam kemacetannya.

4.    Apakah adanya jalur Busway menjadi salah satu penyebab kemacetan ?

Jawab : Secara tidak langsung jalur Busway memang jadi salah satu penyebab kemacetan. Karena jalur Busway mengambil 1 bagian dari jalan yang ada.

5.    Bagaiamana cara menghindari kemacetan ?

Jawab : Untuk menghindari kemacetan, kita pertama kali harus menentukan tujuan kita, kemudian mengetahui jalan mana saja yang rawan kemacetan.

6.    Upaya pemerintah dalam mengatasi kemacetan ?

Jawab : Upaya pemerintah dalam mengatasi kemacetan yaitu, membangun Jembatan Penyebrangan, membangun jalur Under Pass, membangun jalur Fly Over dan Busway.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari penjelasan makalah diatas, kesimpulan yang dapat kami ambil adalah, bahwa masalah kemacetan yang ada di Jakarta merupakan masalah bersama kita, jadi untuk menyelesaikan atau minimal mengurangi masalah kemacetan kita harus menjaga kedisiplinan dalam berlalu-lintas agar kemacetan yang selama ini kita rasakan salama ini dapat berkurang.

B. Saran dan kritik

Kami menyadari bahwa makalah kami ini masih mempunyai banyak kekurangan, jadi kami mengharapkan saran dan kritik dari teman-teman dan Ibu Dosen. Atas saran dan kritik yang teman-teman dan Ibu Dosen berikan kepada kami, kami ucapkan terima kasih.